ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU DENGAN PANTANG BERKALA

Pengertian :

• Cara merentangkan & menghindari kehamila berdasarkan pengamatan sejumlah gejala & tanda alami yang menunjukkan masa subur & tidak subur pada daur haid

Prinsip :
• Tidak melakukan senggama pada masa subur seorang perempuan yaitu sekitar terjadi waktu ovulasi.

Keunggulan :
• Dapat digunakan untuk menghindari kehamilan.
• Tidak menimbulkan efek samping pada tubuh
• Penggunaan yang benar dapat meningkatakan kewaspadaan diri & pengetahuan tentang fungsi reproduksi manusia
• Dapat meningkatkan kemandirian penggunaanya
• Dapat meningkatkan ketertiban kaum pria,kerja sama dan komunikasi serta pembagian tanggung jawab pasangan suami istri dalam hal KB.
• Pelayanan dapat diselenggarakan dalam bentuk pelayanan tepisah atau menjadi bagian dari suatu progam KB & kesehatan.
• Penyelenggaraan pelayanannya tidak tergantung pada petugas medis khusus
• Penghematanbiaya

Kekurangan :
• Tidak nikmat untuk pasangan
• Masa yang diperlukan untuk menentukan sekitar 3bulan- 5bulan
• Sangat memerlukan tanggung jawab dan kerjasama Pasangan suami istri
• Penggunaan harus terus menerus membuat catatan harian tanda kesuburan

EFEK SAMPING
Pantang yang terlalu lama dapat menyebabkan frustasi

METODE MENENTUKAN SAAT OVULASI
• Metode kalender
• Metode suhu basal
• Metode lender cervix

Keterangan :
• Metode kalender :
Menurut ogino ovulasi terjadi pada hari ke 14 sebelum haid y.a.d tapi sebetulnya dapat terjadi antara hari ke 12 dan hari ke 16 sebelum haid ( ± 2 ), jadi masa ke-5 hari itu merupakan masa terlarang untuk coitus,namun Karena sperma dapat hidup 3 hari dalam alat reproduksi wanita maka lambat-lambatnya hari ke 17 & 18 kemudian ditambah 1 hari lagi yaitu hari ke II untuk hidupnya sel telur sehingga masa subur terjadi 8 hari pada siklus 28 hari dari hari ke 11 – 18 metode kalender yang paling menyulitkan adalah haid yang tidak teratur , siklus haid wanita berfariasi antara 28 & 36 maka perhitungannya adalah:
28 – 18 = 10 dan 36 -11 = 25
pada contoh ini konsepsi dapat terjadi hari ke 10 hingga hari ke 25 daur haid masa aman ialah hari ke 1 – 9 siklus haid, dan hari ke 26 sampai 9 hari sesudah haid y.a.d umumnya makin teratur daur haid seorang wanita makin kecil tingkat kegagalan cara ini.
• Metode suhu basal
Dasar teorinya adalah kenalkan kadar progesteron pada saat ovulasi akan meningkatkan suhu basal,kenalkan suhu ini 0,3-0,5 ° C, suhu basal diukur dengan thermometer yang khusus dan dicatat pada kartu grafik yang tertentu. Karena yang terpenting adalah perubahan shu maka pengukuran harus dilakukan setiap hari pada pagi hari sebelum melakukan aktifitas apa-apa
Kekurangan metode ini hanya dapat menentukan masa aman post ovulasi karena itu sering dikombinasikan dengan metode kalender.
• Metode lender cervix
Dasarnya adalah perubahan kualitatif & kuantitatif yang siklik dari lender cervix karena pengaruh tumor ovarium
Perubahan ini dapat dibagi dalam 5 fase :
Fase 1 : Masa kering segera setelah menstruasi, karena kadar ekstrogen yang rendah
Fase 2 : Masa pre ovulasi dini kadar ekstrogen mulai naik sehingga mengakibatkan lender yang keruh dan liat.
Fase 3 : Hari – hari basah pada waktu sebelum dan sesudah ovulasi, pada masa ini kadar ekstrogen mencapai puncak, lender berubah menjadi jernih,licin sifatnya seperti putih telur.
Fase 4 : Masa post ovulasi, diman kadar progesterone naik, sehingga lender berkurang sekali –kali menjadi ketuh dan liat.
Fase 5 : Msa premenstruasi dimana lender kadang-kadang menjadi jernih lagi an sangat cair fase ini tidak selalu terjadi.

PERKIRAAN MASA SUBUR

Masa subur mulai terjadi pada hari pertama adanya lender cervix pasca haid ( fase 2 ) dan berlangsung sampai 4 hari sesudah keluarnya lender yang jernih & licin hari lainnya merupakan masa yang aman.
Metode lender cervix dikenal juga sebagai metode BILLINGS. Jelas bahwa wanita yang ingin mempergunakan ini terus tahu membedakan perasaan basah/ kering dan sifat liat/licin harus pandai memeriksa lender sendiri.

EFEKTIVITAS

Efektifitas panang berkala rendah, angka kegagalan sekitar 30% tentu ada perbedaan metode kalender,metode suhu basal & metode lender cerviks diantara lainnya metode suhu basal paling banyak hasilnya.

KOMPLIKASI

Karena cara ini tidak memakai obat atau alat maka tentu tidak ada bahaya bagi pemakainya, walaupun begitu ada beberapa laporan mengemukakan bahwa makin terjadi kelainan janin,hal ini diduga disebabkan oleh spermatozoa.

PENGKAJIAN
 Kaji siklus menstruasi
 Kaji adanya penyakit atau infeksi yang meningkatkan suhu
 Kaji adanya kelainan reproduksi atau tidak
 Kaji adanya penyakit yang meningkatkan kualitas maupun kualitas lender cervix
 Kaji factor psikologi

DIAGNOSA
1. Cemas berhubungan dengan kebutuhan yang tidak terpenuhi,
2. Kurang pengetahuan berhubungan dengan tidak familiar dengan sumber informasi
3. Pola sexnal tidak efektif berhubungan dengan takut terhadap kehamilan
4. Putus asa berhubungn dengan pemanjangan pembatasan aktifitas sexnal

INTERVENSI

1
 Kaji factor penyebab penunjang
 Kaji tingkat pengetahuan klien dan pasangan
 Dukung klien untuk mendiskusikan masalah dengan pasangan
 Mengajarkan pada klien tentang aktifitas seksual yang aman

2.
 Kaji factor penyebab dan putus asa
 Menyediakan umpan balik yang realistic
 Kaji penyelesaian masalah dan pembuatan keputusan dari klien
 Ajari klien alternative koping
 Beri klien waktu untuk memulai interaksi
 Fasilitasi cara mendapatkan dukungan spiritual positif
 Ajari klien untuk menggunakan teknik untuk mengurangi stress seperti relaksasi dan meditasi
 Dukung klien untuk mengekspresikan rasa cinta,memberi dukungan dan memberi kesempatan klien untuk mengungkapkan perasan secara verbal.

3. Cemas b.d kebutuhan yang tidak terpenuhi, stress
Anxiety reduction
Aktivitas:
 Kaji tingkat kecemasan pasien dan reaksi psikis terhadap kecemasan.
 Jika respon situasional rasional gunakan empati untuk mendukung klien untuk menilai gejala-gejala anxietas yang normal.
 Jilka respon klien tidak rasional / menunjukkan ketakutan berikan informasi yang akurat mengenai kecemasan dan dukung klien untuk bercerita tentang kejadian yang menimbulkan kecemasan.
 Dukung klien untuk bicara positif kepada dirinya.
Cth: Kecemasan tidak akan membunuhku.
 Gali keterampilan koping sebelumnya yang digunakan klien untuk menghadapi kecemasan.
Family teaching
Aktivitas:
 Ajarkan klien / keluarga tentang tanda-tanda kecemasan.
 Bantu klien untuk menurunkan tingkat kecemasan.
 Ajarkan klien teknik management untuk mengelola kecemasan secara mandiri.
 Ajarkan hubungan antara kesehatan fisik, gaya hidup emosional dan sikap mental yang realistik.
4. Kurang pengetahuan b.d tidak familiar dengan sumber informasi
 Observasi kemampuan dan keinginan klien untuk belajar.
 Kaji hal apa saja yang menghambat pemahaman klien.
 Gunakan bahasa yang mudah dimengerti ketika memberikan informasi kepada klien.
 Evaluasi dengan hati-hati informasi yang telah diberikan kepada klien.
 Kaji kemampuan klien dalam menggunakan sumber informasi, seperti: pamflet, leaflet.
 Gunakan peralatan visual, seperti diagram, video tape.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: